Studi Kasus LKPD
1.Deskripsi Masalah/Kasus nyata di kelas:
Pada pembelajaran Aqidah Akhlak kelas V MI materi kalimat thayyibah tarji’, LKPD yang digunakan sebelumnya hanya berisi soal hafalan lafaz tanpa aktivitas pemahaman dan refleksi. Akibatnya, siswa kurang aktif dalam pembelajaran, belum memahami makna kalimat tarji’, serta kesulitan mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menyebabkan hasil belajar dan sikap religius siswa belum berkembang secara optimal.
2. Deskripsi Upaya Pengembangan sesuai masalah:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru mengembangkan LKPD kontekstual yang disusun melalui tiga tahap. Pada tahap perencanaan, guru merancang LKPD yang memuat tujuan pembelajaran, contoh situasi nyata, aktivitas diskusi, dan refleksi sikap. Pada tahap pelaksanaan, LKPD digunakan dalam pembelajaran aktif melalui diskusi kelompok dan tanya jawab. Pada tahap penilaian, guru menilai pemahaman dan sikap siswa melalui tugas dan refleksi yang terdapat dalam LKPD
3.Deskripsi Hasil dari Pengembagan sesuai masalah:
Setelah penerapan LKPD yang dikembangkan, keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat. Siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan mampu menjelaskan makna serta penggunaan kalimat tarji’. Hasil penilaian menunjukkan sekitar 80% siswa mencapai ketuntasan belajar dan menunjukkan sikap religius yang lebih baik dibandingkan sebelum penggunaan LKPD.
4. Deskripsi Pengalaman Berharga dari kasus tsb:
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa LKPD yang dirancang sesuai karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Secara pedagogik, pembelajaran menjadi lebih bermakna; secara profesional, guru lebih terampil mengembangkan perangkat pembelajaran; dan dari sisi siswa, pemahaman serta pengamalan nilai Aqidah Akhlak meningkat. LKPD terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran yang aplikatif dan mudah diterapkan di MI.
Studi Kasus Media Pembelajaran
Penggunaan Media Pembelajaran Visual Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Kalimat Thayyibah Tarji’ pada Siswa Kelas V MI
1.Deskripsi Masalah/Kasus nyata di kelas:
 Pada pembelajaran Aqidah Akhlak kelas V MI materi kalimat thayyibah tarji’, guru mendapati bahwa sebagian siswa belum memahami makna dan penerapan kalimat tarji’ dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan buku teks menyebabkan siswa kurang aktif dan cepat merasa bosan. Siswa mampu menghafal lafaz kalimat tarji’, namun belum mampu menjelaskan maknanya serta belum konsisten mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari.
2. Deskripsi Upaya Pengembangan sesuai masalah:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru mengembangkan media pembelajaran visual kontekstual berupa slide bergambar dan kartu kasus yang memuat contoh peristiwa nyata, seperti mendengar kabar musibah atau kehilangan sesuatu. Media disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan gambar yang relevan dengan kehidupan siswa kelas V. Media digunakan dalam kegiatan diskusi kelompok dan tanya jawab, dengan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual agar siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.
3. Deskripsi Hasil dari Pengembagan sesuai masalah:
Setelah penggunaan media pembelajaran visual, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan dan pemahaman materi. Siswa mampu menjelaskan makna kalimat tarji’ serta menyebutkan situasi yang tepat untuk mengucapkannya. Diskusi kelas berjalan lebih hidup dan siswa lebih berani menyampaikan pendapat. Hasil penilaian pengetahuan dan sikap menunjukkan peningkatan dibandingkan pembelajaran sebelumnya.
4. Deskripsi Pengalaman Berharga dari kasus tsb:
Pengalaman ini memberikan pelajaran bahwa media pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa kelas V MI sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran Aqidah Akhlak. Media visual yang kontekstual membantu siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam. Guru memperoleh pengalaman berharga dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan bermakna.
Studi Kasus Strategi Pembelajaran
Penerapan Strategi Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Kalimat Thayyibah Tarji’ pada Siswa Kelas V MI
1.Deskripsi Masalah/Kasus nyata di kelas:
Pada pembelajaran Aqidah Akhlak kelas V MI materi kalimat thayyibah tarji’, guru menemukan bahwa siswa kurang aktif dan kurang mampu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa hanya menghafal lafaz tanpa memahami makna dan penerapan kalimat tarji’. Akibatnya, pemahaman konsep dan pengamalan nilai akhlak siswa belum berkembang secara optimal.
2. Deskripsi Upaya Pengembangan sesuai masalah:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). Strategi ini dilaksanakan melalui kegiatan apersepsi berbasis pengalaman siswa, diskusi kelompok tentang studi kasus sederhana, tanya jawab, dan refleksi di akhir pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam menemukan makna dan penerapan kalimat tarji’ secara mandiri dan bermakna. 3. Deskripsi Hasil dari Pengembagan sesuai masalah:
Setelah penerapan strategi pembelajaran kontekstual, siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran. Siswa mampu menjelaskan makna kalimat tarji’ serta menyebutkan contoh peristiwa yang tepat untuk mengucapkannya. Interaksi siswa dalam diskusi meningkat dan hasil penilaian pengetahuan serta sikap menunjukkan peningkatan yang signifikan.
4. Deskripsi Pengalaman Berharga dari kasus tsb:
Pengalaman ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas V MI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Aqidah Akhlak. Strategi kontekstual membantu siswa tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Guru memperoleh pengalaman berharga dalam merancang pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa.
Studi Kasus Assesment
Penerapan Penilaian Pembelajaran untuk Mengukur Pemahaman dan Sikap Siswa pada Materi Kalimat Thayyibah Tarji’ di Kelas V MI
1.Deskripsi Masalah/Kasus nyata di kelas:
Pada pembelajaran Aqidah Akhlak kelas V MI materi kalimat thayyibah tarji’, penilaian yang dilakukan sebelumnya lebih menekankan pada tes tertulis berupa hafalan lafaz. Penilaian tersebut belum mampu menggambarkan pemahaman makna dan penerapan kalimat tarji’ dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, hasil penilaian belum mencerminkan sikap religius dan pengamalan nilai akhlak siswa secara utuh.
2. Deskripsi Upaya Pengembangan sesuai masalah:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan penilaian pembelajaran yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes lisan, lembar observasi sikap, dan penugasan berupa studi kasus sederhana tentang penggunaan kalimat tarji’. Guru menggunakan rubrik penilaian yang jelas dan disesuaikan dengan indikator pembelajaran, sehingga penilaian lebih objektif dan bermakna.
3. Deskripsi Hasil dari Pengembagan sesuai masalah:
Setelah penerapan penilaian autentik, guru memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang pemahaman dan sikap siswa. Siswa tidak hanya mampu menyebutkan lafaz dan makna kalimat tarji’, tetapi juga menunjukkan sikap yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian menunjukkan peningkatan pada aspek kognitif dan afektif siswa dibandingkan dengan penilaian sebelumnya.
4. Deskripsi Pengalaman Berharga dari kasus tsb:
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa penilaian pembelajaran Aqidah Akhlak harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Penilaian autentik membantu guru menilai tidak hanya hasil belajar, tetapi juga proses dan sikap siswa. Guru memperoleh pengalaman berharga dalam menyusun dan menerapkan penilaian yang lebih adil, objektif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.



